RSS

SAAT KITA MERASA KEHILANGAN

SAAT KITA MERASA KEHILANGAN

1. Kehilangan benda

    Mungkin bukan prinsip semua orang, tapi benda hanya sesuatu yang memang tidak kekal. Cepat atau lambat benda itu pasti beralih. Entah hilang atau rusak, asal bukan seperti kata orang-orang dulu “disembunyikan wewe gombel”. Santai saja. Kalau masih rejeki, benda yang katanya hilang itu pasti kembali. Dengan entah bagaimana caranya. Kalau ternyata benar-benar hilang, ya ikhlaskan saja.

2. Kehilangan benda kesayangan

     Karena kesayangan, maka akan jauh lebih besar rasa kehilangannya. Coba menggantinya dengan benda lain yang mungkin juga kamu sukai. Awalnya suka lama-lama juga bisa sayang. Atau  bisa  menggantinya dengan benda  yang sama tapi baru. Dengan membeli barang yang sama di toko. Lebih baru bisa saja lebih fres: bendanya dan rasanya. Jika tidak, coba ubah pola pikirnya. Anggap semua benda berstatus sama. Tidak ada skala prioritas kepemilikan. Jangan merasa terlalu sayang dengan sebuah benda. Berikan perasaan sayang yang sama. Jika salah satu dari benda tersebut hilang, tidak terlalu besar juga rasa kehilangannya karena masih ada benda lain yang juga disayangi. Atau bisa juga dengan membeli benda yang sama dalam jumlah partai, jadi kalau hilang satu masih ada seribu.

3. Kehilangan teman

     Ada beberapa sebab kenapa sampai kehilangan teman. Bisa karena ego masing-masing yang tak bisa disatukan, bisa karena salah satu pindah tempat, bisa karena dia lebih memiliki kemistri dengan orang lain, dan sebab-sebab lainnya. Jika hilang karena pindah, kita tinggal mendatangkan teman yang lain. Karena teman adalah ikatan yang mudah dan ringan, tidak terlalu sulit memunculkan orang lain sebagai teman. Tinggal kita harus berendah hati agar teman baru kita bisa merasa nyaman dengan kita. Namun jika hilangnya teman karena ego, ambisi, prinsip, dan lain-lain, maka untuk mengembalikan teman yang hilang itu, kita harus mengalah. Mengendalikan diri untuk lebih mengalah. Tak perlu merasa malu untuk memulai hubungan pertemanan dengan mencari kesamaan pembicaraan, kesamaan hobi, kesamaan hal-hal yang disukai, dan lain-lain. Menjaga frekuensi komunikasi agar  lebih akrab.      

4. Kehilangan sahabat

    Sahabat bisa dianalogikan dengan benda kesayangan. Keduanya sama-sama memiliki ikatan batin yang lebih kuat dibanding  dengan yang lain. Sebagai sahabat, kita harus mencari tahu apa penyebab hilangnya sahabat kita. Secara logika, disebut sahabat karena di antara keduanya telah terjalin satu istilah kemistri. Adanya kesamaan dalam banyak hal  dan kecocokan dalam banyak hal pula. Sahabat bagi kita dapat sebagai belahan hati. Tempat berbagi segala rasa terutama rasa sakit, sedih, gundah, dan lain sebagainya. Sahabat adalah tempat saling mencurahkan perhatian lebih intens bagi kita.

      Jika sahabat kita menghilang, berarti ada sesuatu yang salah dalam persahabatan itu. Dan kita wajib untuk mencari tahu penyebabnya. Berkomunikasilah dengannya tentang penyebab hilangnya persahabatan itu. Saling mencari tahu adalah cara jitu mengembalikan persahabatan yang bermasalah. Saling merefleksi diri masing-masing, mengoreksi diri dan berusaha memperbaiki keadaan persahabatan tersebut. Jika kedua pihak bisa saling berusaha, maka persahabatan itu akan kembali.

 5. Kehilangan teman spesial

     Teman spesial bukan teman biasa dan juga bukan sahabat. Jika memang telah terjadi sesuatu atas pertemanan yang spesial itu. Tinggal bertanya dalam hati. Ingin spesialnya itu kembali atau memang dibiarkan pergi. Jika ingin dia kembali, perbaiki hubungan dengan saling berbenah dan melanjutkan ke tahap berikutnya. Tapi jika kita  membiarkannya pergi, maka kita harus menata hati kita atas rasa kehilangan itu. Termasuk siap kehilangan perhatian-perhatian kecilnya, sapaan-sapaannya, telepon atau smsnya, dan siap pula kehilangan pertemuan dengannya. Dan yang pasti harus pula siap menghilangkan rasa spesial itu di hati kita. Ganti rasa spesial itu dengan rasa hambar atau biasa saja.

      Cara lain adalah mendatangkan teman spesial yang baru. Tentu saja sesuai dengan kriteria dan memang sudah terjalin kesepakatan untuk berspecial ria dengannya.  Dengan satu kemungkinan bahwa  dia juga tidak akan menghilangkan diri.

     Jika tidak dengan mendatangkan special yang baru, maka cara berikutnya adalah mengganti status spesial itu dengan status yang lain, yang lebih ringan beban hubungannya. Misalnya sebagai sahabat atau hanya teman biasa saja. Mungkin rasa specialnya tidak akan hilang dalam sekejap, tapi pasti berproses sesuai dengan komitmen berikutnya yang telah disepakati. Maka secara  perlahan tapi pasti rasa special itu akan bergeser dengan sendirinya.

6. Kehilangan saudara

     Kehilangan sodara atau  dalam bahasa Jawa disebut dengan kepaten obor. Coba saja mencari tahu dari saudara-saudara yang masih terjalin baik hubungan silaturrahimnya dengan kita. Atau bisa juga dengan mencarinya di akun pertemanan seperti facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya yang memungkinkan kita untuk dapat menemukannya. Atau langsung saja search di mbah google, om yahoo dan fasilitas lainnya seperti yang pernah ada di TV tentang pertemuan mengharukan setelah berpisah puluhan tahun. Kalau sudah berhasil menemukan, usahakan jalin persaudaraan yang erat, jaga silaturrahimnya agar tidak kembali hilang dan kita juga tidak perlu mencarinya kembali.

7. Kehilangan waktu

    Waktu tidak akan pernah bisa direply walau sepersekian detik sekalipun. Waktu juga tidak bisa dibeli di tempat manapun. Namun jika dengan terpaksa kita merasa kehilangan waktu, gantilah waktu itu di waktu berikutnya dengan melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, lebih menghargai dan lebih tidak menyia-nyiakan waktu.

    Manfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara yang lain:

  • Manfaatkan waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu;
  • Manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu;
  • Manfaatkan waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu;
  • Manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu;
  • Manfaatkan waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu.
  • 8. Kehilangan rasa sayang

     Kehilangan rasa sayang berarti kita merasa tidak memiliki apapun di dunia. Merasa sendiri tanpa teman dan merasa tidak perlu untuk mempertahankan kepemilikan kita terhadap apapun di  sekeliling kita. Tapi ada juga saatnya kita merasa nyaman kehilangan rasa sayang kita terhadap beberapa hal. Misalnya rasa sayang  yang berlebihan terhadap benda-benda milik kita sehingga mendorong kita untuk pelit dan tidak pernah memberikannya kepada orang lain. Merasa sayang yang berlebihan  terhadap orang-orang di sekeliling kita, sehingga  kita  membatasi pergaulannya dengan orang lain. Dan rasa sayang berlebihan  yang lain yang ternyata malah merugikan kita dan orang-orang di sekeliling kita.

9. Kehilangan rasa marah

     Marah adalah satu situasi di mana kita kadang tidak dapat membendung emosi kita karena suatu urusan.  Kalau marah itu muncul karena kekurangsabaran kita menghadapi satu masalah, maka kita akan merasa lebih baik jika kehilangan rasa marah. Karena jika menghadapi masalah dengan amarah, kita akan tidak bijaksana mengambil keputusan,  terkesan terburu-buru dan hanya merupakan luapan emosi sesaat. Namun ada juga beberapa kondisi marah yang kita butuhkan. Misalnya, marah karena telah menyia-nyiakan waktu, marah karena tidak ikhlas melakukan kebajikan, marah karena telah tidak bersyukur atas nikmat-Nya dan lain sebagainya.

10. Kehilangan rasa benci

     Jika kita kehilangan rasa benci.  Kita akan memperkaya hati kita dengan memberikan rasa sayang kita pada semua makhluk Allah di muka bumi ini karena musnahnya rasa benci di hati kita. Dengan kehilangan rasa benci langkah kita akan terasa ringan menjalani hidup. Tapi di sisi lain, kita tidak akan memiliki rasa benci pada hal-hal buruk. Tidak benci pada kebodohan, tidak benci pada kesesatan, tidak benci pada kedholiman, tidak benci pada kemunkaran. Dan kita  akan benar-benar merasa kehilangan benci kita. Jadi, rasa benci harus tetap ada untuk melawan hal-hal buruk yang akan menyesatkan diri kita dari jalan yang diridhoi oleh-Nya.

11. Kehilangan rasa cinta

                Cinta adalah fitrah manusia lahir dimuka bumi ini. Cinta terbesar adalah cinta untuk Allah SWT Yang Maha Segalanya. Cinta kedua adalah persembahan untuk Nabi Besar Muhamad saw. Cinta berikutnya adalah kepada semua makhluk Allah di muka bumi ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jika kita kehilangan rasa cinta yang demikian, kita termasuk orang yang merugi dari segala sisi, jadi orang tidak bermanfaat untuk semua urusan.

     Tapi tak dapat dipungkiri, ada rasa cinta yang akan menguntungkan jika kita kehilangannya. Yaitu cinta pada harta yang berlebihan, cinta pada kemunkaran, cinta pada kedholiman, cinta pada kesesatan, cinta pada kebodohan, dan lain sebagainya yang hanya akan membawa kesengsaraan kita untuk banyak urusan  yang lain dalam hidup kita.

12. Kehilangan rasa kemanusiaan

     Kehilangan rasa kemanusiaan berarti yang muncul dalam diri kita bukan lagi sifat dasar manusia. Identitas manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna dan berakal budi tidak lagi dimiliki oleh seseorang yang telah kehilangan rasa kemanusiaannya. Yang tumbuh kemudian adalah rasa kehewanan atau bahkan ketumbuhannya. Kalau yang muncul rasa ketumbuhannya, yang ada adalah sifat mengayomi karena bisa untuk berteduh, menafkahi karena tumbuhan selalu memberikan kebutuhan kita akan sandang, pangan dan papan, tapi kadang juga meracuni kita dengan unsur-unsur racun yang tidak dapat kita konsumsi dalam tubuh kita.

     Jika yang muncul rasa kehewanan, maka akan timbul ambisi untuk berkuasa karena hukum alam dalam hutan bahwa siapa yang kuat dia yang berkuasa. Timbul juga rasa saling makan teman seperti sifat dasar hewan yang saling memakan dalam siklusnya. Bisa juga menafkahi karena hewan juga memberikan ketersediaan sandang dan pangan. Dan hewan dalam keterbatasan akalnya masih juga memiliki rasa sayang seperti induk yang akan jadi buas jika keselamatan anaknya terancam, walau tak jarang seekor hewan memakan anaknya sendiri karena lapar.

13. Apakah 13 adalah angka sial?

     Terserah bagaimana Anda menyikapi angka 13. Yang pasti masih banyak jenis rasa kehilangan yang belum terungkap. Silahkan menambahkan di angka 13 dan seterusnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: