RSS

PROPOSAL PTK NARASI

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARATIF DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ICT PADA SISWA KELAS X3 SMA N I GONDANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012


*
*
*
*
*
*
*
*

Disusun Oleh:

NANIK ZULAIHAH,S.Pd.

11-0503-156-1-0872

156-Bahasa Indonesia

 

WORKSHOP PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROPINSI JAWA TIMUR

DI UNESA SURABAYA 2011

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ICT PADA SISWA KELAS X3 SMA N I GONDANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

 

  1. 1.      Pendahuluan

Pelajaran bahasa Indonesia pada umumnya tidak dianggap oleh siswa sebagai pelajaran yang sukar. Siswa tidak pernah mengategorikan sebagai momok seperti halnya pelajaran matematika, fisika, bahasa Inggris, dan lain-lain. Tetapi pada kenyataannya nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia tidak lebih baik dari mata pelajaran yang dianggap sukar tersebut.

Dari pengamatan hasil belajar siswa kelas X3  SMAN 1 Gondang,  khususnya materi penulisan paragraf narasi diperoleh hasil yang kurang memuaskan. Siswa mengalami kesulitan dalam membedakan bentuk paragraf narasi dan paragraf deskripsi. Asumsi yang diperoleh adalah, bahwa pengajaran yang dilakukan selama ini mendapat respon yang kurang baik dari siswa, sehingga siswa masih kesulitan dalam membedakan dua bentuk paragraf tersebut.

Permasalahan ini muncul bukan hanya karena kemampuan dan motivasi belajar siswa yang kurang, tetapi juga faktor lingkungan belajar yang kurang mendukung. Dalam hal ini kreativitas guru bahasa Indonesia dalam mengelola pembelajaran mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

  1. 2.      Perumusan dan Pemecahan Masalah
  2. a.      Perumusan Masalah:

Media ICT yang bagaimanakah yang dapat meningkatkan kemampuan dalam menulis paragraf narasi siswa kelas X3 SMA N I Gondang Mojokerto?

  1. b.      Pemecahan Masalah:
    1. Untuk memecahkan masalah tersebut kami menggunakan media ICT tayangan naratif dengan langkah-langkah tindakan sebagai berikut:
  • Menyampaikan K.D yang harus dicapai siswa
  • Memberi pengarahan, apersepsi dan motifasi siswa berdasarkan K.D
  • Menyajikan tayangan naratif melalui media ICT
  • Siswa menceritakan ulang tayangan naratif melalui media ICT tersebut secara tertulis.
  • Siswa menilai tulisan teman.
  • Siswa memperbaiki tulisan narasinya.
  • Setiap siswa dapat menarik kesimpulan tentang pengertian paragraf narasi.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi  yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam segala bidang, termasuk bidang pendidikan. Bila dimanfaatkan dengan tepat, maka media ini dapat meningkatkan mutu pendidikan. Tulisan ini merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah dalam pembelajaran penulisan paragraf narasi melalui media ICT.

Indikator yang harus dipenuhi dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah, siswa dapat membedakan bentuk paragraf narasi dan paragraf diskripsi. Selain itu, siswa juga diharapkan dapat menulis paragraf narasi dengan tepat sesuai urutan waktu dan peristiwa.

 

  1. 3.      Tujuan  

 

Sejalan dengan rumusan masalah penelitian di atas, tujuan penelitian ini adalah :

  1. a.      Meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi siswa kelas X3 SMA N I Gondang-Mojokerto tahun pelajaran 2011/2012.
  2. b.      Mendeskripsikan pembelajaran menulis paragraf narasi dengan menggunakan media ICT siswa kelas X3 SMA N I Gondang-Mojokerto tahun pelajaran 2011/2012.

 

  1. 4.      Manfaat :

Penulisan  proposal penelitian dengan judul ” Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Narasi Dengan Menggunakan Media ICT Pada Siswa Kelas X3 SMA N I Gondang Tahun Pelajaran 2011/2012” ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan minat dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga meningkatkan hasil belajar yang diharapkan.
  2. Guru dapat berkembang secara profesional karena dapat menunjukkan bahwa ia mampu memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya, khususnya pada pelajaran menulis narasi.
  3. Membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan /kemajuan pada diri guru dan pendidikan di sekolah tersebut.

 

  1. 5.      DAFTAR PUSTAKA
  2. a.      Menulis

Menulis secara leksikal adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan (Poerwodarminto). Dengan menulis kita menyampaikan  pikiran dan atau perasaan kita 

 

  1. b.      Media pembelajaran

Belajar adalah suatu proses yang kompleks pada semua orang dan terjadi seumur hidup yaitu sejak masih bayi hingga mati. Tanda-tanda terjadinya pembelajaran bagi seseorang adalah terjadinya perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi lebih tahu, dan dari tidak bisa menjadi bisa baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Sejalan dengan ilmu
Sejalan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat masyarakat serta budaya berkembang pula tugas dan peranan guru sejalan dengan jumlah anak yang memerlukan pendidikan. Mau tidak mau harus diakui guru bukanlah satu-satunya sumber belajar melainkan hanya salah satunya. Siswa, petugas perpustakaan, kepala sekolah, tutor, tokoh masyarakat, atau orang-orang yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan tertentu di masyarakat juga dapat dijadikan sumber belajar.

Menurut Arief S. Sadiman (2006) sumber belajar dapat digolongkan dalam beberapa jenis, yaitu :

  1. jenis orang (people);
  2. pesan atau informasi (message);
  3.  jenis bahan (materials), ke dalam jenis ini sering disebut perangkat lunas (software) yang di dalamnya terkandung pesan-pesan yang perlu disajikan dengan alat bantu, misalnya: modul, majalah, OHP, compact disk (CD) program atau data.
  4.  Alat (device) atau hardware yang menyajikan pesan, misalnya :projector film, video, TV, Komputer, dan lain-lain.
  5. Teknik adalah prosedur rutin atau acuan untuk menggunakan alat, bahan, atau orang dan lingkungan untuk menyajikan pesan, misalnya teknik demonstrasi, kuliah, ceramah, tanya-jawab, dan sejenisnya.
  6.  Lingkungan (setting), yaitu tempat yang memungkinkan siswa belajar. Misalnya : gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, museum, taman, kebun binatang, rumah sakit, pabrik, dan sejenisnya.

 

  1. c.       Media ICT

Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, guru sebagai pengelola pembelajaran harus mengemas pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi siswa. Pembelajaran akan memiliki makna, jika pembelajaran yang dikemas guru dapat dinikmati oleh siswa dan dapat memotivasi siswa. Setya Yuwana Sudikan (2004: 2) menegaskan, mengajar adalah menata lingkungan agar pembelajar termotivasi dalam menggali makna serta menghargai ketidak seragaman.

Pada saat ini di sekolah telah mulai diperkenalkan pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam proses pembelajaran setidaknya menempati tiga peranan, yakni sebagai konten pembelajaran (standar kompetensi), sebagai media pembelajaran, dan sebagai alat belajar.

Multi media telah mengalami perkembangan konsep sejalan dengan perkembangan teknologi pembelajaran. Ketika teknologi komputer belum dikenal, konsep multi multimedia sudah dikenal yakni dengan mengintegrasikan berbagai unsur media, seperti: cetak, kaset, audio, video, dan slide suara. Unsur-unsur tersebut dikemas dan dikombinasikan untuk menyampaikan suatu topik materi pelajran tertentu. Pada konsep ini, setiap unsur media dianggap mempunyai kekuatan dan kelemahan. Kekuatan salah satu unsur media dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan media lainnya.

KERANGKA BERPIKIR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 6.      Metode Penelitian

                        Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X3 SMA N I Gondang Mojokerto. Jumlah siswa 40 dengan komposisi kecerdasan siswa tiap kelas yang hampir sama. Lokasi penelitian ini di SMA N I Gondang Jalan Raya Pugeran no. 61 Gondang Mojokerto tahun 2012.

Langkah-langkah pelaksanaan PTK

  • Menyampaikan K.D yang harus dicapai siswa
  • Memberi pengarahan, apersepsi dan motifasi siswa berdasarkan K.D
  • Menyajikan tayangan naratif melalui media ICT
  • Siswa menceritakan ulang tayangan naratif melalui media ICT tersebut secara tertulis.
  • Siswa menilai tulisan teman.
  • Siswa memperbaiki tulisan narasinya.
  • Setiap siswa dapat menarik tentang pengertian paragraf narasi.

 

 

 

 

 

SIKLUS PENELITIAN

Bertolak dari kerangka acuan penelitian, maka siklus penelitian dilaksanakan dengan dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat tahap:

 

 

 

 

 

 

 

Siklus 1

  1. Perencanaan tindakan

Permasalahan dalam materi penulisan paragraf narasi untuk membawa siswa paham tentang perbedaan paragraf narasi dan paragraf yang lainnya dengan melihat tayangan naratif melalui  media ICT. Serta menyiapkan instrumen lembar observasi, psikomotor dan refleksi.

  1. Pelaksanaan Tindakan

ü    Menyampaikan K.D yang harus dicapai siswa

ü    Memberi pengarahan, apersepsi dan motifasi siswa berdasarkan K.D

ü    Menyajikan tayangan naratif melalui media ICT

ü    Siswa menceritakan ulang tayangan naratif melalui media ICT tersebut secara tertulis.

ü    Siswa menilai tulisan teman.

ü    Siswa memperbaiki tulisan narasinya.

ü    Setiap siswa dapat menarik tentang pengertian paragraf narasi.

  1. Observasi

Untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang aktifitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung.

 

 

  1. Refleksi

Dilaksanakan untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan pada pelaksanaan siklus/ tahap penelitian pembelajaran yang kemudian digunakan sebagai  bahan acuan tindakan berikutnya

Siklus 2

Dilaksanakan  setelah adanya refleksi pada pelaksanaan  SIKLUS I dengan metode yang sama  pada materi penulisan paragraf narasi.

Kriteria Keberhasilan

Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah:

  • 85% dari jumlah siswatelah mendapat  nilai sesuai  Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu 70.
  • 90 %  siswa merasakan bahwa model pembelajaran penulisan narasi melalui media ICT sangat membantu dalam upaya peningkatan kemampuan menulis paragraf narasi.
  • 85% dari jumlah siswa mencapai indikator sangat baik.

 

  1. 7.      Jadwal Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan selam 3 (tiga) bulan pada semester ganjil pada tahun pelajaran 2011/2012, dengan rencana pelaksanaan sebagai berikut :

No

Minggu ke-

Bulan

Jenis Kegiatan

1

1

Agustus

Studi Kepustakaan

2

2

Agustus

Penyusunan proposal dan persiapan instrument PTK yang dibutuhkan

3

3

Agustus

Validasi dan koordinasi

4

4

Agustus

Persiapan siklus I

5

1-2

September

Pelaksanaan Siklus I

6

3

September

Analisis siklus I

7

4

September

Persiapan pelaksanaan siklus 2

8

1-2

Oktober

Pelaksanaan siklus 2

 

9

3

Oktober

Analisis siklus 2

10

4

Oktober

Penyusunan Laporan PTK

 

 

  1. 8.      Daftar Pustaka

Departemen Pendidikan Nasional, (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Depdiknas

Sardiman, Arief S. dkk. 2006. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: